Bait Bait Nafas Cintaku

23.12 Awaldi Rahman 0 Comments

Aku meruntuhkan bangunan jiwa yang kudirikan di awal lalu.
Untuk sebuah asa dan cita yang menyeruak ke angkasa.
Pekat membantai langit-langit awangku.
Karena atmosfer jiwaku telah terlubang kalah oleh sinar cinta.


Aku menukik pada celah bumi. 
Menguburkan diri dalam hentakan rasa yang tak kumengerti.
Indah, namun juga sisakan perih.
Silih berganti memenuhi relung hati.


Aku menarik nafas untuk sebuah cinta.
Cinta yang ingin tetap kukulum dalam hati.
Tidak dimulut, karena kutakut ia akan termuntahkan olehku.
Tidak dibibir, karena kutakut bisu hingga cintaku tak lagi bernyanyi.
Tidak dimata, karena kutakut pandanganku kabur sebelum cintaku ditunai.
Tidak juga ditelinga, karena kutakut suara lain menulikanku.


Tuhan ajari aku cinta agar kutahu makna cinta yang sebenarnya, dalam simpulan cinta yang engkau ridhai...


hmmm...
nih puisi gue dapet dari binder orang yang sangat spesial buat gue..
gue kagak tau nih puisi buatan siapa...hehe     

Aku meruntuhkan bangunan jiwa yang kudirikan di awal lalu. Untuk sebuah asa dan cita yang menyeruak ke angkasa. Pekat membantai langit-lan...

0 komentar: